Bismillah....
Cerita ini true story dari orang yang pernah mengalami langsung !
Stasiun Gambir !!! Stasiun yang selalu ramai dengan lalu lalang orang, baik yang datang ke Jakarta atau yang pergi dari Jakarta. Nampaknya, ini pun menjadi lahan basah bagi para oknum penipuan.
Malam itu, tepatnya pukul 19.30 WIB tanggal 12 Januari 2015, aku baru sampai Stasiun Gambir. Kereta yang membawaku kembali ke Cirebon akan berangkat pukul 20.20 WIB, sementara perutku sudah berkoar-koar jadi sambil menunggu saya pun pergi ke minimarket Alfamart yang terletak di ujung pintu Utara.
Ketika hendak makan, tiba-tiba ada bapak tersenyum lalu duduk di kursi sebelahku, diantara kami ada meja bulat kecil cukup untuk 2 orang. Dia membuka obrolan dengan bertanya :
"Mas, kalau bank mandiri yang deket sini dimana ya?"
"Wah, saya kurang tau pak, kalo atm-nya ada di stasiun Gambir", jawabku
"Iya mas, saya atm-nya ketelen, saya mau ngambil buat pulang ke Lampung, saya cuma bawa tunai 15 ribu"
"Emangnya bapak tinggal dimana?", tanyaku
"Sebelumnya nama saya Syarif, saya asli Wonogiri, saya sekarang di Cirebon soalnya kerja di sana, ini juga dari Cirebon", jawabnya
"Wah, saya asli Cirebon pak, bapak kerja dimana?", tanyaku lagi
"di Pertamina mas yang di Klayan, bagian lapangan, pengeboran lepas pantai", katanya
"Yaudah pak, bapak coba telpon 14000 call centernya aja dulu minta diblokir", saranku
Lalu bapak tersebut menelpon sesuai yang aku sarankan, aku dengar bapak tersebut menjawab pertanyaan dari operatornya seperti nama ibu kandung, dll.
Pak Syarif mulai membuka obrolan lagi :
"Saya udah minta tolong temen2 saya orang Sindanglaut (salah satu daerah di Cirebon), tapi mereka udah pada berangkat ke laut semua jadi ndak bisa transfer. Istri juga di atm-nya ndak ada saldo, soalnya uangnya ngumpulnya di tabungan saya semua. Buku tabungan ada di Lampung", katanya
"Wah repot juga yaa pak", timpalku
"Iya mas, cuma buat pulang ke Lampung aja, kalo makan sih ndak jadi masalah", katanya
"Emang, berapa pak buat pulang ke lampung?, tanyaku
"Naik bis Damri mas, kalo malam 220 ribu", jawabnya
Hatiku mulai tersentuh, aku selalu berfikir positif jika bertemu orang2 seperti ini, hatiku berkata "mungkin ini cara Allah untuk mengambil sebagian rezeki dari apa yang telah diberikan kepadaku", tapi fikirku sedikit memberontak karena pada waktu itu aku sendiri sedang mepet keuangannya. Namun, keyakinan pada Allah mengalahkan fikirku.
"Yaudah pak, ini saya pinjamkan dulu 250 ribu untuk pulang ke Lampung dan makan ya.."
Pak Syarif pun mengambil uangnya dan berkata :
"terima kasih banyak ini mas, dunia akherat, terima kasih mas, saya minta nomor rekeningnya mas, ini no.hp saya"
"Sok pak, bisnya bentar lagi berangkat", kataku
Akhirnya pak Syarif pun pamit, sambil terus mengucapkan terima kasih.
Tanggal 13 januari 2015, pkl 15.53 WIB ada sms dari pak Syarif :
"Ass. Mas, ini pak syarif, saya ga ke buru ke banknya, besok ga papa ya"
pkl 17.29 WIB pak Syarif sms lagi :
"Mas, di rumah ada temen baru datang dr Korea, butuh laptop dan hp samsung s4 ga? harga dibawah toko, 100% asli dan baru"
aku pun membalas singkat :
"iya pak saya udah punya laptop dan hp"
"ini harga laptop acer V5-471 cuma 1,5 juta dan hp samsung s4 1 juta, kalo mau nti saya bawa ke Cirebon pas pulang hari senen", smsnya
Aku tidak membalas smsnya karena memang badan sudah ingin berbaring.
Tanggal 14 Januari 2015, pkl 10.00 WIB pak Syarif menelepon, intinya dia dan keluarga sangat berterima kasih, dan sebagai ucapan terima kasih katanya silahkan mas pilih barang laptop atau hp samsung s4, dari saya dan keluarga katanya. Dia mau berangkat ke Cirebon sekalian mau ngasih barangnya. Aku pun sebenarnya merasa tidak harus seperti itu dan menyampaikan kepada pak Syarif.
Selang setelah pak Syarif menelepon, aku kabari istriku, namun istriku mempunyai cara pandang yang berbeda, katanya : "uda, hati2 orangnya bisa dipercaya ndak?soalnya sudah banyak kasus penipuan...
Mulai dalam hatiku berkecamuk, apa iya, apa mungkin ya, dll...Hingga....
pukul 15.29 WIB ada sms dari pak Syarif :
"Ass.Mas, saya di pelabuhan merak, tapi kecopetan di kapal fery, saya ketiduran, dompet hilang semua. saya ada di masjid pelabuhan mas, bisa pinjamkan uang dulu, bukan minta hp ini"
Aku ceritakan pada istriku, lalu istriku memberikan usulnya : uda, ini jelas penipuan, kenapa yang dihubungin uda bukan keluarganya, sudah ndak usah dibalas lagi yaa.
Dan memang akhirnya sedikit demi sedikit kebenaran pun muncul, hingga saya menceritakan ini tidak ada kabar dari pak Syarif....
Semoga ini bisa diambil pelajaran bagi siapapun, semoga bermanfaat yaa....
Selasa, 20 Januari 2015 -
0
komentar
0
komentar
Modus Penipuan Terbaru (True Story !!!)
Rabu, 14 Januari 2015 -
0
komentar
0
komentar
Rumus Silang dan Sejajar
Wuihhhh....blog ini masih ada rupanya, rasanya sudah lama banget ya tidak lagi menulis kisah perjalanan hidup. Dear My diary, I'm really sorry about that...But Im here now, I want to share again :)
11 Januari 2015 pukul 10.00 WIB, kereta yang membawaku lagi ke kota Metropolitan pun mulai berangkat. Dalam hati, aku sudah mulai terbiasa dengan perjalanan seperti ini. Tidak ada yang istimewa, paling nanti di perjalanan adalah waktu untuk istirahat atau mungkin membayangkan dan merencanakan apa yang harus dilakukan nanti.
"Mas, permisi...ini kursi No. 6D ya?"
"Iya pak, silahkan. Bapak mau duduk di dekat jendela?", kataku
"Oh ndak pa2 mas"
Rupanya bapak ini yang akan 'mendampingiku' hingga Stasiun Gambir nanti.
Namanya Iman Santoso, beliau ternyata tinggal tidak jauh dari rumahku. Beliau seorang lulusan STAN yang sekarang bekerja di Serang, Banten.
Singkat cerita, selama perjalanan kami terlibat beberapa obrolan tentang hidup, keluarga, dan dunia kerja.
Ada hal yang menarik yang akan aku ingat untuk dijadikan pedoman dalam berkeluarga. Beliau mengatakan bahwa seni dalam berkeluarga itu banyak, contohnya adalah rumus silang dan sejajar. Apa maksudnya ya?
Beliau menerangkan begini :
"Rumus Silang. Kewajiban seorang anak salah satunya adalah memberi kepada orang tua, terlebih sebagai anak lelaki, begitu juga ketika sudah berkeluarga. Nah, ketika seorang suami ingin memberikan sesuatu (contoh : pakaian) kepada orang tuanya, maka biarkan yang memberikan pakaian tersebut melalui tangan istrinya. Begitu juga sebaliknya, ketika istri ingin memberikan sesuatu kepada orang tuanya, maka biarkan suami yang memberikannya. Menyilang, antara menantu dan mertua. Hal ini diharapkan akan menumbuhkan kasih sayang antar keduanya"
Lalu beliau pun melanjutkan...
"Rumus Sejajar. Dalam hal berkeluarga, tentu adakalanya akan menemui kondisi yang tidak pas. Contoh kecil, ketika seorang suami sedang silaturahim ke ortu istrinya (mertua), mertua menyajikan hidangan yang tidak disukai. Suami tersebut sebaiknya tidak mengungkapkan langsung ke mertua bahwa hidangannya tidak dia sukai. Cara yang bijak adalah melalui istrinya, karena istri adalah anak kandung mertuanya (sejajar) sehingga perkataannya akan lebih nyaman didengar. Akan tetapi, sebaiknya istri pun tidak menyatakan secara langsung ke ortu-nya bahwa suaminya tidak menyukai hidanggannya. Istri sebaiknya mengatakan kepada ortunya dengan bahasa yang halus, contohnya "Emak, buat aa biar saya saja yang masakin yaa, soalnya neng tau seleranya aa".
Setelah mendengar apa yang beliau sampaikan, aku pun tersenyum, dalam hati sungguh ilmu ini bermanfa'at sekali.
Dan bagi saudara sekalian, semoga tulisan ini pun dapat memberikan manfa'at yaa...
11 Januari 2015 pukul 10.00 WIB, kereta yang membawaku lagi ke kota Metropolitan pun mulai berangkat. Dalam hati, aku sudah mulai terbiasa dengan perjalanan seperti ini. Tidak ada yang istimewa, paling nanti di perjalanan adalah waktu untuk istirahat atau mungkin membayangkan dan merencanakan apa yang harus dilakukan nanti.
"Mas, permisi...ini kursi No. 6D ya?"
"Iya pak, silahkan. Bapak mau duduk di dekat jendela?", kataku
"Oh ndak pa2 mas"
Rupanya bapak ini yang akan 'mendampingiku' hingga Stasiun Gambir nanti.
Namanya Iman Santoso, beliau ternyata tinggal tidak jauh dari rumahku. Beliau seorang lulusan STAN yang sekarang bekerja di Serang, Banten.
Singkat cerita, selama perjalanan kami terlibat beberapa obrolan tentang hidup, keluarga, dan dunia kerja.
Ada hal yang menarik yang akan aku ingat untuk dijadikan pedoman dalam berkeluarga. Beliau mengatakan bahwa seni dalam berkeluarga itu banyak, contohnya adalah rumus silang dan sejajar. Apa maksudnya ya?
Beliau menerangkan begini :
"Rumus Silang. Kewajiban seorang anak salah satunya adalah memberi kepada orang tua, terlebih sebagai anak lelaki, begitu juga ketika sudah berkeluarga. Nah, ketika seorang suami ingin memberikan sesuatu (contoh : pakaian) kepada orang tuanya, maka biarkan yang memberikan pakaian tersebut melalui tangan istrinya. Begitu juga sebaliknya, ketika istri ingin memberikan sesuatu kepada orang tuanya, maka biarkan suami yang memberikannya. Menyilang, antara menantu dan mertua. Hal ini diharapkan akan menumbuhkan kasih sayang antar keduanya"
Lalu beliau pun melanjutkan...
"Rumus Sejajar. Dalam hal berkeluarga, tentu adakalanya akan menemui kondisi yang tidak pas. Contoh kecil, ketika seorang suami sedang silaturahim ke ortu istrinya (mertua), mertua menyajikan hidangan yang tidak disukai. Suami tersebut sebaiknya tidak mengungkapkan langsung ke mertua bahwa hidangannya tidak dia sukai. Cara yang bijak adalah melalui istrinya, karena istri adalah anak kandung mertuanya (sejajar) sehingga perkataannya akan lebih nyaman didengar. Akan tetapi, sebaiknya istri pun tidak menyatakan secara langsung ke ortu-nya bahwa suaminya tidak menyukai hidanggannya. Istri sebaiknya mengatakan kepada ortunya dengan bahasa yang halus, contohnya "Emak, buat aa biar saya saja yang masakin yaa, soalnya neng tau seleranya aa".
Setelah mendengar apa yang beliau sampaikan, aku pun tersenyum, dalam hati sungguh ilmu ini bermanfa'at sekali.
Dan bagi saudara sekalian, semoga tulisan ini pun dapat memberikan manfa'at yaa...
Minggu, 21 Oktober 2012 -
0
komentar
0
komentar
Nak...
"JANGAN SEDIH bila engkau tak didengar, sebab bisa jadi engkau masih harus belajar mendengar. inilah sikap penempuh jalan menuju-Nya yang sejati, yang telah sampai pada-Nya sepenuh hati. Penilaian-Nya yang senantiasa menjadi perhatiannya sehingga tidak khawatir dengan pandangan selain-Nya. Ia selalu tetap dalam kebaikan meski orang-orang mengabaikan. Ia tetap teguh menghadirkan kebenaran meski orang-orang di sekelilingnya berusaha mencemarkan. Setiap sikap manusia kepadanya adalah pelajaran yang membuatnya terus meniti kesadaran. Ia sedikit pun tak berusaha mencari alasan untuk pembelaan, meski bergaung di seputarnya celaan. Yang dilakukannya hanyalah terus bermuhasabah dan berbicara sepenuh hati di hadapan-Nya dengan tunduk dan tabah. Tak pikirkan sakit hati, sebab lebih mengutamakan berbenah diri sepenuh hati.
"kutipan dari Timur"
"JANGAN SEDIH bila engkau tak didengar, sebab bisa jadi engkau masih harus belajar mendengar. inilah sikap penempuh jalan menuju-Nya yang sejati, yang telah sampai pada-Nya sepenuh hati. Penilaian-Nya yang senantiasa menjadi perhatiannya sehingga tidak khawatir dengan pandangan selain-Nya. Ia selalu tetap dalam kebaikan meski orang-orang mengabaikan. Ia tetap teguh menghadirkan kebenaran meski orang-orang di sekelilingnya berusaha mencemarkan. Setiap sikap manusia kepadanya adalah pelajaran yang membuatnya terus meniti kesadaran. Ia sedikit pun tak berusaha mencari alasan untuk pembelaan, meski bergaung di seputarnya celaan. Yang dilakukannya hanyalah terus bermuhasabah dan berbicara sepenuh hati di hadapan-Nya dengan tunduk dan tabah. Tak pikirkan sakit hati, sebab lebih mengutamakan berbenah diri sepenuh hati.
"kutipan dari Timur"
Minggu, 30 September 2012 -
0
komentar
0
komentar
Jika malam ini hujan lagi,aku tak bisa melihat langit..
Padahal aku kan rindu sekali dengan bulan dan bintang.
Dengan matahari pun aku suka,tapi sayang dia sangat menyengat ketika kulihat.
Melihat langit ketika malam,membuat terasa bahwa diri ini tidak sendiri,
wahai,kenapa kalian begitu ramai,sedangkan aku sendirian hanya bisa memandang indahmu dari bawah.
(27-9-1989),Subhanallah walhamdulillah,23 tahun telah dikaruniakan indahnya hidup padaku.
Minggu, 16 September 2012 -
0
komentar
0
komentar
Kata dari seorang seorang ayah dari ketiadaan...
"Nak, jikalau engkau benar-benar ada, maka ke-ada-anmu adalah berasal dari ketiadaan,
namun jika engkau tak sampai ada, maka kau tetap ada dalam ketiadaan...
Saat engkau merasa tidak ada, janganlah engkau salahkan ke-ada-anmu, karena Dzat Yang Maha Ada sedang menunjukkan ke-ada-an-Nya padamu,
Menagislah nak...dalam ketiadaan yang kau rasa,
sambutlah ke-ada-an-Nya"
"Nak, jikalau engkau benar-benar ada, maka ke-ada-anmu adalah berasal dari ketiadaan,
namun jika engkau tak sampai ada, maka kau tetap ada dalam ketiadaan...
Saat engkau merasa tidak ada, janganlah engkau salahkan ke-ada-anmu, karena Dzat Yang Maha Ada sedang menunjukkan ke-ada-an-Nya padamu,
Menagislah nak...dalam ketiadaan yang kau rasa,
sambutlah ke-ada-an-Nya"
Minggu, 05 Agustus 2012 -
0
komentar
0
komentar
Anakku,
Lihatlah sekelilingmu...
Meskipun kau dikelilingi oleh orang-orang yang begitu mencintai, mengasihi, dan perhatian padamu,
suatu saat nanti kau akan merasakan sepi, engkau dan mereka seperti berada dalam dua dunia
tidak ada penglihatan dan pendengaran yang sebenar-benarnya.
Untuk itulah anakku,
selalulah belajar untuk menghadirkan-Nya setiap waktu hidupmu..
karena sesungguhnya Dia begitu dekat.
tunjukkanlah rasa butuhmu akan-Nya setiap saat..
karena sesungguhnya kau tak lebih dari seorang hamba
dan bersabarlah...
karena Allah bersama orang-orang yang sabar.
semangatlah Anakku, engkaulah pejuang di tanah para pejuang!!!
Lihatlah sekelilingmu...
Meskipun kau dikelilingi oleh orang-orang yang begitu mencintai, mengasihi, dan perhatian padamu,
suatu saat nanti kau akan merasakan sepi, engkau dan mereka seperti berada dalam dua dunia
tidak ada penglihatan dan pendengaran yang sebenar-benarnya.
Untuk itulah anakku,
selalulah belajar untuk menghadirkan-Nya setiap waktu hidupmu..
karena sesungguhnya Dia begitu dekat.
tunjukkanlah rasa butuhmu akan-Nya setiap saat..
karena sesungguhnya kau tak lebih dari seorang hamba
dan bersabarlah...
karena Allah bersama orang-orang yang sabar.
semangatlah Anakku, engkaulah pejuang di tanah para pejuang!!!
Rabu, 13 Juni 2012 -
0
komentar
0
komentar
Dia adalah AMMAR. Seorang sahabat yang kutemui di pojok musholla NUR-HIDAYAH. Perawakannya kurus,tinggi,kulit sawo matang. Wajah "babyface",matanya sipit. Termenung sendiri, mendalami apa yang terjadi pada dirinya, pada keluarganya, pada cintanya...
Melalui ini,ingin kusampaikan apa yang disampaikannya.
Kawan, semua yang aku cintai sangatlah penting. Tidak perlu alasan untuk mengatakannya ataupun mengungkapkannya. Aku selalu berpikir bagaimana ketiga lingkaran yang berbeda warna bisa menyatu dengan baik, tanpa memakan warna yang lainnya. Aku ingin semua warna berkilau dengan dirinya sendiri,bangga,bahagia,dan nyaman...tanpa ada yang berkurang sedikitpun. Tapi ketika semua ini dipertanyakan akibat tindakanmu dibalut prasangaka terhadapnya. Apa yang kau mau katakan? beranjak dari tempat tidur saja sulit kan?
shollu 'alaannabiyy...
Melalui ini,ingin kusampaikan apa yang disampaikannya.
Kawan, semua yang aku cintai sangatlah penting. Tidak perlu alasan untuk mengatakannya ataupun mengungkapkannya. Aku selalu berpikir bagaimana ketiga lingkaran yang berbeda warna bisa menyatu dengan baik, tanpa memakan warna yang lainnya. Aku ingin semua warna berkilau dengan dirinya sendiri,bangga,bahagia,dan nyaman...tanpa ada yang berkurang sedikitpun. Tapi ketika semua ini dipertanyakan akibat tindakanmu dibalut prasangaka terhadapnya. Apa yang kau mau katakan? beranjak dari tempat tidur saja sulit kan?
shollu 'alaannabiyy...
Minggu, 08 April 2012 -
0
komentar
0
komentar
Tuan, aku ingin bercerita padamu...
Cerita dari hati yang terdalam.
Ketika itu, aku ini seperti ada dua, berlainan satu sama lain. Pertarungan antar keduannya sering terjadi, seperti hitam dan putih, seperti bahagia dan sedih, lalu seperti cinta dan rasa sakit.
Aku harus berada di dunia mana Tuan?
Setapak demi setapak aku berjalan, rasanya sepi...canda tawa terlihat tapi tak terdengar, yang ada hanya hentakan teriakan yang membuatku kaget, lalu limbung...siapa aku dan hendak kemana aku, aku lupa...
Kulanjutkan untuk terus berjalan antara sadar dan tidak, beberapa kali persimpangan, beberapa kali salah jalan, beberapa kali putar haluan...terus...terus...dan diserang rasa haus...
Kuketuk setiap pintu untuk meminta air, pintu pertama tidak punya air..pintu kedua juga sama...pintu ketiga tidak berbeda...pintu keempat tidak ada orang...lalu pintu kelima mengusir kedatanganku.
Maka kuputuskan untuk terus berjalan..bersama rasa haus itu...dan sekarang bersama juga rasa letih.
Canda tawa masih terlihat namun agak samar dan tetap tak terdengar.
Tiba-tiba...kilat meyambar, suara gemuruh semakin gaduh..tik..tik..tik..air menetes ! di rambut, wajah, bahu..semua tubuhku mulai basah
Dan...aku kembali sadar, pintu mana yang harus kuketuk
Tuan,
wajahmu masih sama seperti dulu...
teringat ketika awal berjumpa, aku sedang di pojok ruangan gelap...sendiri...
aku masih sama Tuan,
di pojok ruangan...tapi tidak gelap...tetap sendiri
Aku ingin berjumpa denganmu lagi
dan bawalah aku pergi.
Cerita dari hati yang terdalam.
Ketika itu, aku ini seperti ada dua, berlainan satu sama lain. Pertarungan antar keduannya sering terjadi, seperti hitam dan putih, seperti bahagia dan sedih, lalu seperti cinta dan rasa sakit.
Aku harus berada di dunia mana Tuan?
Setapak demi setapak aku berjalan, rasanya sepi...canda tawa terlihat tapi tak terdengar, yang ada hanya hentakan teriakan yang membuatku kaget, lalu limbung...siapa aku dan hendak kemana aku, aku lupa...
Kulanjutkan untuk terus berjalan antara sadar dan tidak, beberapa kali persimpangan, beberapa kali salah jalan, beberapa kali putar haluan...terus...terus...dan diserang rasa haus...
Kuketuk setiap pintu untuk meminta air, pintu pertama tidak punya air..pintu kedua juga sama...pintu ketiga tidak berbeda...pintu keempat tidak ada orang...lalu pintu kelima mengusir kedatanganku.
Maka kuputuskan untuk terus berjalan..bersama rasa haus itu...dan sekarang bersama juga rasa letih.
Canda tawa masih terlihat namun agak samar dan tetap tak terdengar.
Tiba-tiba...kilat meyambar, suara gemuruh semakin gaduh..tik..tik..tik..air menetes ! di rambut, wajah, bahu..semua tubuhku mulai basah
Dan...aku kembali sadar, pintu mana yang harus kuketuk
Tuan,
wajahmu masih sama seperti dulu...
teringat ketika awal berjumpa, aku sedang di pojok ruangan gelap...sendiri...
aku masih sama Tuan,
di pojok ruangan...tapi tidak gelap...tetap sendiri
Aku ingin berjumpa denganmu lagi
dan bawalah aku pergi.
Kamis, 05 April 2012 -
0
komentar
0
komentar
Ungkapan Kita...
“Janjimu, bahwa jasmani dan rohanimu, telah dipatrikan oleh kasih cinta dengan daku, adalah modalku yang paling mahal. Biarlah dunia ini karam, biarlah alam ini gelap, biarlah…biarlah seluruh manusia melengongkan mukanya ke tempat lain bila bertemu dengan aku, biarlah segenap kebencian memenuhi hati insan terhadap kepada diriku, dan saya menjadi tumpahan kejemuan hati manusia, namun saya tak merasa berat menanggungkan itu semuanya, sebab kau telah bersedia untukku.”
(****A)
(****A)
Selasa, 27 Maret 2012 -
1 komentar
1 komentar
Indahnya suatu kampung, hari-hari diawali dengan berbondong-bondong pergi berjama'ah sholat shubuh di masjid. Para bapak kepala keluarga dengan anak-anak lelakinya...
Indahnya suatu kampung, ketika warganya saling bergotong-royong, saling membantu, saling berbagi, saling menghargai, bahkan saling mencukupkan kebutuhan yang lain...
Indahnya suatu kampung, ketika tidak ada ucapan-ucapan di belakang, tidak ada sikap mendzolimi yang lain, yang muda menghormati yang tua, yang tua menyayangi yang muda...
Indahnya suatu kampung, ketika hanya ada satu visi dan satu yang dicari, yakni akhirat !
Indahnya suatu kampung, ketika saling mengerti tidak hanya dari apa yang dilihat, saling mengingatkan...
Indahnya suatu kampung, saat tiba sholat, maka yang ada hanya kesibukan membersihkan diri, bersiap ke masjid...
Indahnya suatu kampung, saat sore hari anak-anak ramai-ramai pergi mengaji, yang laki-laki memakai baju koko seragam dan peci, sedang yang wanitanya memakai baju muslimah, ada yang berwarna cerah. dibawanya juz'ama...
Sungguh indahnya suatu kampung...
Indahnya suatu kampung, ketika warganya saling bergotong-royong, saling membantu, saling berbagi, saling menghargai, bahkan saling mencukupkan kebutuhan yang lain...
Indahnya suatu kampung, ketika tidak ada ucapan-ucapan di belakang, tidak ada sikap mendzolimi yang lain, yang muda menghormati yang tua, yang tua menyayangi yang muda...
Indahnya suatu kampung, ketika hanya ada satu visi dan satu yang dicari, yakni akhirat !
Indahnya suatu kampung, ketika saling mengerti tidak hanya dari apa yang dilihat, saling mengingatkan...
Indahnya suatu kampung, saat tiba sholat, maka yang ada hanya kesibukan membersihkan diri, bersiap ke masjid...
Indahnya suatu kampung, saat sore hari anak-anak ramai-ramai pergi mengaji, yang laki-laki memakai baju koko seragam dan peci, sedang yang wanitanya memakai baju muslimah, ada yang berwarna cerah. dibawanya juz'ama...
Sungguh indahnya suatu kampung...
Sabtu, 04 Februari 2012 -
0
komentar
0
komentar
Assalamu'alaikum...
Sudah lama tidak mengisi blog, menumpahkan apa yang dirasa dan berbagi pada orang2 nyasar ke blog ini.
Sebenarnya banyak hal yang telah dirasakan dan telah terjadi, namun apa daya kesibukan akal dan keterbatasan jasad telah mengundur waktu untuk bersua dengan blog ini.
Sekarang sedang bermalam di laboratorium Perikanan VEDCA, Cianjur. Mencoba untuk memperpanjang deretan kenangan dengan para sahabat dekat. Semoga malam ini apa yang diharapkan dapat tercapai sahabat... Aamiin
Sedikit ingin mengungkapkan apa yang telah dirasa hingga sampai waktu menulis blog sekarang. Hanya satu kalimat tapi semoga bermakna,
"engkau akan menjadi budak dari apa yang engkau butuhkan, lepaskan semua ikatan, kecuali hanya pada Allah SWT saja"
Sudah lama tidak mengisi blog, menumpahkan apa yang dirasa dan berbagi pada orang2 nyasar ke blog ini.
Sebenarnya banyak hal yang telah dirasakan dan telah terjadi, namun apa daya kesibukan akal dan keterbatasan jasad telah mengundur waktu untuk bersua dengan blog ini.
Sekarang sedang bermalam di laboratorium Perikanan VEDCA, Cianjur. Mencoba untuk memperpanjang deretan kenangan dengan para sahabat dekat. Semoga malam ini apa yang diharapkan dapat tercapai sahabat... Aamiin
Sedikit ingin mengungkapkan apa yang telah dirasa hingga sampai waktu menulis blog sekarang. Hanya satu kalimat tapi semoga bermakna,
"engkau akan menjadi budak dari apa yang engkau butuhkan, lepaskan semua ikatan, kecuali hanya pada Allah SWT saja"
Senin, 16 Januari 2012 -
0
komentar
0
komentar
Sekarang kami sedang praktikum mandiri di lab,
cuma bermodal kepercayaan dosen...
di lab cuma bertahan sebentar mengerjakan tutorial, setelah itu saya sibuk mengupdate blog ini,,,^_^
ada yang pamer laptop baru, ada yang sibuk download, ada yang ngobrol, ada yang sibuk ledek-ledekan dan ada yang ber 'lebay ria'.
Semua seperti punya dunia sendiri(begitupun saya, hehe).
entah apa yang dipikirkan masing-masing, tapi yang jelas, saya lapaaaarrr...he
sedang kesal juga dengan seseorang, update blog= obat hati...
hehe
yoooooooooo, semangat....
alones...
cuma bermodal kepercayaan dosen...
di lab cuma bertahan sebentar mengerjakan tutorial, setelah itu saya sibuk mengupdate blog ini,,,^_^
ada yang pamer laptop baru, ada yang sibuk download, ada yang ngobrol, ada yang sibuk ledek-ledekan dan ada yang ber 'lebay ria'.
Semua seperti punya dunia sendiri(begitupun saya, hehe).
entah apa yang dipikirkan masing-masing, tapi yang jelas, saya lapaaaarrr...he
sedang kesal juga dengan seseorang, update blog= obat hati...
hehe
yoooooooooo, semangat....
alones...
Rabu, 04 Januari 2012 -
kisahnya...
0
komentar
kisahnya...
0
komentar
alone
broken fragile wing,you are just a little tired from the sky that's too blue.
you do not have to smile for the sake of someone, it is okay to smile for your own sake.
the never changing, creeping, loneliness, the candle that burns on the inside. Contrary to an expensive chandelier in a prosperous place, what am I supposed to use to bury the cavity with not enough words? I don't even know anymore. If you can at least in your dream you can swim on your own, you won't even need that sky.
Even without painting over the thing from yesterday, I could head forward tomorrow.
The inferiority cannot be mediated easily.
the mirror that sits on the climax of your self-confidence,
that reflects the flower petal as if being completely drained trying to scream the tainted love, but it's so tantalizing. During the time you go around, the wound soon starts to change into a scab.
Without waiting for that, you awfully beautifully, awfully ephemerally.
like the peach fuzz that was pealed off. Like the shivering prayer inside the sunflower. It's okay to not push yourself into thinking you need to love someone right now.
Right now this world is a little too bright to walk looking up. If you rest your eyes so that you sink, the dry ground will sip your tears.
Why do we feel so alone anytime? It's okay to not go through everything.
Why do we feel so alone anytime? It is something to endure, but it is not courage.
alone (aqua timez)
you do not have to smile for the sake of someone, it is okay to smile for your own sake.
the never changing, creeping, loneliness, the candle that burns on the inside. Contrary to an expensive chandelier in a prosperous place, what am I supposed to use to bury the cavity with not enough words? I don't even know anymore. If you can at least in your dream you can swim on your own, you won't even need that sky.
Even without painting over the thing from yesterday, I could head forward tomorrow.
The inferiority cannot be mediated easily.
the mirror that sits on the climax of your self-confidence,
that reflects the flower petal as if being completely drained trying to scream the tainted love, but it's so tantalizing. During the time you go around, the wound soon starts to change into a scab.
Without waiting for that, you awfully beautifully, awfully ephemerally.
like the peach fuzz that was pealed off. Like the shivering prayer inside the sunflower. It's okay to not push yourself into thinking you need to love someone right now.
Right now this world is a little too bright to walk looking up. If you rest your eyes so that you sink, the dry ground will sip your tears.
Why do we feel so alone anytime? It's okay to not go through everything.
Why do we feel so alone anytime? It is something to endure, but it is not courage.
alone (aqua timez)
Sabtu, 10 Desember 2011 -
kisahnya...
0
komentar
kisahnya...
0
komentar
selamat berjuang rekan-rekan semua...
10-12-2011
Memang, kuliah ini bukan ajang persahabatan lagi.
Tak sehangat dulu, ketika kita masih punya waktu luang, fokus untuk satu tujuan, belajar.
Tapi banyak hal yang dibagi, diperdebatkan, perselisihan, kesedihan karena banyak diantara kita yang namanya bahkan sudah tak diingat lagi karena keluar satu persatu...
Tapi almamater kita, hari dimana kita diajarkan bernyanyi Hymne IPB bersama-sama, bagaimana kita sudah melalui 2 kali ramadhan bersama-sama, bagaimana nasi kuning itu dibagi, bagaimana rasanya malu di depan karena tak berbakat ngoding, bagaimana rasanya dikritik habis-habisan di depan waktu persentasi, dan bagaimana susahnya mendapatkan nilai, kita masih tetap bersama-sama.
Mungkin ini cuma perasaan di hati saya saja, tapi saya tak akan menyesali lagi apa yang saya pilih.
Ada orang-orang yang berjuang bersama-sama dengan saya…orang-orang yang jauh lebih dewasa dari yang saya kenal di Diploma dulu, orang-orang yang pernah menempuh pendidikan di universtas universitas hebat lain yang dari dulu ingin saya kunjungi.
Orang-orang yang tak seumuran dengan saya, orang-orang yang sering punya mata lelah dan tertidur dibangkunya, orang-orang yang berjuang untuk keluarganya, orang yang punya karakter berbeda dengan yang banyak saya kenal di diploma dulu.
Apapun tujuan mereka, pekerjaan mereka, kami tetap punya status yang sama.
Mahasiswa Alih jenis Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor.
Karena itu, 2 Semester lagi Insya Allah kita bersama, semoga tak ada lagi yang ‘lulus duluan’,..
Selamat menempuh UTS Semester 3 rekan-rekan seperjuangan, Alih Jenis ILKOM Angkatan 5, tetap bersemangat, karena walaupun tak terasa, kita berjuang bersama, sebagai Civitas Akademik IPB yang ingin menempuh masa depan yang lebih baik. Semoga diberi umur panjang untuk melalui 1 ramadhan terkahir bersama kalian semua.
Besar harapan saya bisa menyanyikan lagi Hymne IPB dengan teman-teman semua.., dihari wisuda kita.
Baarakallahu fiik...
Sabtu, 03 Desember 2011 -
0
komentar
0
komentar
"barang yang bagus biasanya banyak tiruannya,
bahkan bungkusnyapun ditiru.
sangat fatal bila tiruannya sudah merajalela,
sehingga mengacaukan keasliannya.
karena ini bukan seperti buah busuk dalam keranjang buah,
dibuang saja akan habis perkara..."
bahkan bungkusnyapun ditiru.
sangat fatal bila tiruannya sudah merajalela,
sehingga mengacaukan keasliannya.
karena ini bukan seperti buah busuk dalam keranjang buah,
dibuang saja akan habis perkara..."
Jumat, 02 Desember 2011 -
kisahnya...
0
komentar
kisahnya...
0
komentar
2 Desember
~kepada sahabat yang menginginkan kamus bahasa Jawa,
tersenyum paling manis memandang sekeliling, saat naik becak di Malioboro, kota kelahirannya.
teman, aku sangat merindukanmu.
(pengusir sepi, untuk pesan yang tak pernah terkirim padamu...)
tersenyum paling manis memandang sekeliling, saat naik becak di Malioboro, kota kelahirannya.
teman, aku sangat merindukanmu.
(pengusir sepi, untuk pesan yang tak pernah terkirim padamu...)
Selasa, 22 November 2011 -
0
komentar
0
komentar
sama sekali aku tak merasa suci,
semata-mata ini untuk pembelajaran diri...
"jangan nodai ilmu dengan cara kotor yang kau ramu,
tanyakan pada hatimu, pastilah akan malu, dan memang harus malu !
malulah...jujurlah..."
semata-mata ini untuk pembelajaran diri...
"jangan nodai ilmu dengan cara kotor yang kau ramu,
tanyakan pada hatimu, pastilah akan malu, dan memang harus malu !
malulah...jujurlah..."
2o Nov 2011
"diri...kau bisa menyatakan segala rasa pada sesuatu,
rasa sedih, bahagia, kasih, bahkan cinta,
karena semata-mata kau melihatnya,
bentuk, rupa, semua yang serba ke-ada-an dari sesuatu...
bagaimana kalau sudah tidak melihatnya?
apakah masih ada rasa? cinta?
Lalu,
bagaimana dengan Sang Pencipta rasa itu sendiri?
bukankah tidak terlihat oleh mata biasamu?"
"diri...kau bisa menyatakan segala rasa pada sesuatu,
rasa sedih, bahagia, kasih, bahkan cinta,
karena semata-mata kau melihatnya,
bentuk, rupa, semua yang serba ke-ada-an dari sesuatu...
bagaimana kalau sudah tidak melihatnya?
apakah masih ada rasa? cinta?
Lalu,
bagaimana dengan Sang Pencipta rasa itu sendiri?
bukankah tidak terlihat oleh mata biasamu?"
Ternyata memang tidak ada, manusia yang benar-benar mengerti apa yang dirasakan manusia lainnya.
yang bisa dilakukan, cuma melupakan waktu, menemani jatuhnya air mata yang lainnya.
kosong, rasa sakit, sedih, bukan sama-sama dirasa, tapi cuma 'simpati', dan kasihan..
sekarang jauh, tambah jauh, saya tak mengenalimu sperti dulu lagi, sosok nyata..
sekarang berupa bayangan yang tidak bisa saya hapus kemanapun saya pergi...
hambar, seperti berpura menjadi orang gila, padahal kita orang yang berakal...
yang bisa dilakukan, cuma melupakan waktu, menemani jatuhnya air mata yang lainnya.
kosong, rasa sakit, sedih, bukan sama-sama dirasa, tapi cuma 'simpati', dan kasihan..
sekarang jauh, tambah jauh, saya tak mengenalimu sperti dulu lagi, sosok nyata..
sekarang berupa bayangan yang tidak bisa saya hapus kemanapun saya pergi...
hambar, seperti berpura menjadi orang gila, padahal kita orang yang berakal...
Langganan:
Postingan (Atom)